CLOUD COMPUTING
Judul Jurnal : Cloud Computing : Solusi ICT?
Nama : Faizah Vivic Anisa
NPM : 53414837
Salah satu topik terhangat Information
and Communication Technology (Teknologi Informasi dan Komunikasi) saat
ini adalah cloud computing. Teknologi cloud computing dihadirkan sebagai
upaya untuk memungkinkan akses sumber daya dan aplikasi dari mana saja
melalui jaringan Internet, sehingga keterbatasan pemanfaatan
infrastruktur ICT yang sebelumnya ada dapat diatasi. NIST mendefiniskan
Clud Computing adalah sebuah model untuk kenyamanan, akses jaringan
on-demand untuk menyatukan pengaturan konfigurasi sumber daya komputasi
(seperti, jaringan, server, media penyimpanan, aplikasi, dan layanan)
yang dapat dengan cepat ditetapkan dan dirilis dengan usaha manajemen
yang minimal atau interaksi dengan penyedia layanan. Pembahasan paper
dimulai dengan uraian dari beberapa pendapat dan penelitian terdahulu
tentang teknologi cloud computing, selanjutnya ditinjau kelebihan dan
kekurangan yang dapat ditimbulkan atas implementasi cloud computing.
Pembahasan diakhiri dengan kesimpulan apakah cloud computing merupakan
solusi ICT? dan saran yang dapat dijadikan bahan pertimbangan penguna
dalam implementasi cloud computing.
Tiga model layanan dari cloud computing [6], yaitu :
1. Cloud Software as a Service (SaaS). Kemampuan yang diberikan kepada konsumen untuk menggunakan aplikasi penyedia dapat beroperasi pada infrastruktur cloud.
Aplikasi dapat diakses dari berbagai perangkat klien melalui antarmuka seperti web browser (misalnya,
email berbasis web). Konsumen tidak mengelola atau mengendalikan
infrastruktur cloud yang mendasar termasuk jaringan, server, sistem
operasi, penyimpanan, atau bahkan kemampuan aplikasi individu, dengan
kemungkinan pengecualian terbatas terhadap pengaturan konfigurasi
aplikasi pengguna tertentu. Contohnya adalah Google Apps, SalesForce.com
dan aplikasi jejaring sosial seperti FaceBook.
2. Cloud Platform as a Service (PaaS). Kemampuan yang diberikan kepada konsumen untuk menyebarkan aplikasi yang dibuat konsumen atau diperoleh ke infrastruktur cloud computing
menggunakan bahasa pemrograman dan peralatan yang didukung oleh
provider. Konsumen tidak mengelola atau mengendalikan infrastruktur cloud yang
mendasar termasuk jaringan, server, sistem operasi, atau penyimpanan,
namun memiliki kontrol atas aplikasi yang disebarkan dan memungkinkan
aplikasi melakukan hosting konfigurasi. Contohnya yang sudah
mengimplementasikan ini adalah Force.com dan Microsoft Azure investment.
3. Cloud Infrastructure as a Service (IaaS). Kemampuan
yang diberikan kepada konsumen untuk memproses, menyimpan, berjaringan,
dan sumber komputasi penting yang lain, dimana konsumen dapat
menyebarkan dan menjalankan perangkat lunak secara bebas, yang dapat
mencakup sistem operasian aplikasi. Konsumen tidak mengelola atau
mengendalikan infrastruktur cloud yang
mendasar tetapi memiliki kontrol atas sistem operasi, penyimpanan,
aplikasi yang disebarkan, dan mungkin kontrol terbatas komponen jaringan
yang pilih (misalnya, firewall host). Contohnya seperti Amazon Elastic Compute Cloud dan Simple Storage Service.
Kelebihan Cloud Computing
· Menghemat biaya investasi awal untuk pembelian sumber daya.
· Bisa menghemat waktu sehingga perusahaan bisa langsung fokus ke profit dan berkembang dengan cepat.
· Membuat operasional dan manajemen
lebih mudah karena sistem pribadi/perusahaan yang tersambung dalam satu
cloud dapat dimonitor dan diatur dengan mudah.
· Menjadikan kolaborasi yang terpercaya dan lebih ramping.
· Mengehemat biaya operasional pada saat realibilitas ingin ditingkatkan dan kritikal sistem informasi yang dibangun.
Kekurangan Cloud Computing
· Hal penting dalam cloud computing
adalah koneksi internet, diperlukan bandwith yang memadai dan stabil
agar cloud computing berjalan dengan baik. Komputer akan menjadi lambat
atau tidak bisa dipakai sama sekali jika internet bermasalah atau
kelebihan beban.
· Perusahaan yang menyewa layanan dari
cloud computing tidak punya akses langsung ke sumber daya. Jadi, semua
tergantung dari kondisi vendor/penyedia layanan cloud computing.
· Jika server penyedia layana rusak atau punya layanan backup yang buruk, maka perusahaan akan mengalami kerugian besar.
Kesimpulan
Profesional ICT dituntut untuk meningkatkan keahlian yang dimiliki atas penerapan teknologi cloud computing.
Dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki, para profesional dapat
menangkap peluang baru yang dapat digunakan sebagai kesempatan untuk
memperluas kompetensi mereka.
Perusahaan perlu mengembangkan
pengetahuan dan pemahaman tenaga ICT yang mereka miliki, sehingga
nantinya transisi ke teknologi berbasis cloud akan yang diterapkan dapat
berhasil dan menguntungkan.
Teknologi dalam bidang ICT begitu cepat
berkembang, dan ini merupakan sebuah tantangan. Maka dibutuhkan
kesiapan para profesional dan perusahaan ICT untuk mengantisipasi
perkembangan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar