Penerapan Web Service pada Aplikasi Deezer
![]() |
A. Deezer
Deezer
adalah sebuah layanan streaming untuk musik asing akhirnya resmi masuk
di Indonesia. Deezer yang berasal dari
Perancis sekarang sudah bisa diakses di berbagai media, baik dari komputer
maupun berbagai platform smartphone. Sebelumnya,
Deezer sudah hadir di Thailand, Singapura dan Malaysia bulan Agustus yang lalu.
Seperti dikutip
dari The Next Web, Deezer mengkonfirmasi hari ini layanannya telah tersedia
secara gratis di 160 negara, di mana
saya sendiri mengkonfirmasi bahwa Indonesia sudah termasuk di dalamnya.
Deezer
menyediakan fitur-fitur seperti :
a.
Flow : Deezer menyediakan fitur
flow misal kita malas untuk memilih lagu maka kita tinggal mengklik tombol play
dibagian flow maka play list yang dibuat flow secara otomatis itu dipilih
berdasarkan preferensi genre kamu saat menikmati musik di Deezer.
b.
New
Releases : dimana Deezer
menyediakan album atau single baru bahkan terbaru dari setiap artis atau musik
asing.
c.
Top
Playlists : Deezer juga
menyediakan Top Playlist dimana ini merupakan daftar beberapa lagu favorite
yang akan dimainkan atau yang akan diputar. Dengan menyimpan playlist kita tidak
perlu bersusah-payah menambah lagu ketika hendak memutarnya. cukup pilih menu
playlist yang telah kita simpan maka, lagu kesukaan anda pun bisa langsung
didengarkan.
d.
Mixes : Deezer juga menyediakan
lagu yang di mix atau bisa dibilang dicampur dan disitu ada juga tema
recommendation yang disediakan oleh Deezer misalnya jazz, jazz vokal dll. Ini
juga dapat mengetahui playlist yang lagi popular di stasiun radio,
dikelompokkan berdasarkan genre.
e.
Moods : Deezer menyediakan selera
sesuai dengan moodnya tinggal nanti kita memilih mau apa yang kita pilih.
Pilihannya ada Feelings& Romance, Party, Workout, Momen, Activities, Moods
dan Chill misal kita memilih feelings&Romance maka music dengan tipe itu
akan keluar.
Lalu
ada pun fitur yang disediakan untuk kita:
a.
Musik
Saya : Ini merupakan lagu saya.
Kita harus memasukkan sendiri lagu yang kita mau masukkan.
b.
Lagu
Favorit : Ini merupakan lagu yang
kita beri favorit maka akan secara otomatis masuk kedalam lagu favorit.
c.
Daftar
Putaran : Ini merupakan daftar dari lagu yang telah
kita putar.
d.
Album : Ini merupakan album kita
sendiri atau artis lain yang dapat kita masukkan.
e.
Artis : Ini adalah kumpulan dari
artis yang kita putar lagunya ataupun tidak.
B.
Kesimpulan
Deezer merupakan aplikasi yang
sangat berguna atau bermanfaat bagi pecinta musik luar bahkan sudah ada lagu
indonesia yang sudah masuk dalah list lagu. Dengan fitur yang lengkap dan tata
letak yang baik maka sangat nyaman digunakan. Lagu yang diberikan pun gratis di
160 negara jadi tidak ada batasan untuk para pencinta music jadi kita tidak
perlu mengantinya dengan fitur VIP karna fitur itu pun tidak ada. Jadi sangat
amat menguntungkan dan bermanfaat.
C.
Teknologi
yang digunakan
Teknologi
yang digunakan oleh Deezer merupakan manfaatkan musik yang terintrograsi dan
merupakan dari web service dimana metode yang digunakan adalah rest. Rest menambahkan sebuah elemen untuk
menggunakan URI standar, dan juga memberikan kepentingan kepada penggunaan HTTP
(seperti GET/POST/PUT, dsb.).
Berikut keterangan:
No
|
Proses
|
Parameter
|
Keterangan
|
1
|
Login
|
Username, password
|
Login ke dalam sistem
|
-
|
Session ID
|
Respon Login
|
|
2
|
Logout
|
-
|
Logout dari sistem
|
-
|
Pesan
|
Respon logout
|
|
3
|
My Music
|
Musik saya, Lagu Favorite, Daftar
Putar, Album, Artis
|
Menu Fitur
|
-
|
Status
|
Respon daftar lagu
|
|
4
|
Discover
|
New Releases, Top Playlist, Mixes,
Moods, Favorite Tracks, Playlists, Albums,Apps
|
Genre musik
|
-
|
Status
|
Respon genre musik
|
D.
D. Flowchart
E.
Metode
yang digunakan
Deezer menggunakan metode web
service(rest). Web service merupakan antar muka web service yang menyatakan parameter
masukan dan keluaran untuk pemanggilan servis secara eksternal, struktur
penanda fungsi yakni cara pemanggilan (apakah hanya pemanggilan saja,
pemanggilan dan pembalikan hasil dan sebagainya). Rest merupakan standard dalam arsitektur web yang menggunakan Protocol HTTP
untuk pertukaran data. Konsep REST pertamakali diperkenalkan oleh Roy
Fielding pada tahun 2000. Cara kerjanya, REST server menyediakan jalur
untuk akses resource atau data, sedangkan REST client melakukan akses
resource dan kemudian menampilkan atau menggunakannya. Resource yang
dihasilkan sebenarnya berupa teks, namun formatnya bisa bermacam-macam
tergantung keinginan developer, umumnya adalah JSON dan XML.
F. Teknologi Web service
Teknologi
memungkinkan sebuah aplikasi menjadi sangat kecil ukurannya, karena kebanyakan
datanya disimpan di web service sehingga tidak perlu disimpan secara lokal. Web
service ini juga memudahkan untuk memperbaharui data dalam aplikasi karena
perubahan hanya tinggal dilakukan di Web service dan semua aplikasi yang
terinstall secara lokal dan mengakses Web service ini pun akan secara otomatis
mengikuti perubahan ini. Teknologi Web service ini sangat cocok untuk
diterapkan pada aplikasi mobile dimana perangkatnya kebanyakan selalu terkoneksi
dengan Internet dan membutuhkan aplikasi-aplikasi yang ringan dalam sisi
instalasi lokalnya.
G. Keamanan pada Web service
Keamanan
menjadi sebuah keunikan karena interaksi yang terjadi pada Web service bukan
interaksi antara manusia dan program, melainkan merupakan interaksi antara
program dan program. Maka keamanan di sini adalah keamanan seperti pengontrolan
akses, autentikasi, keamanan data, dan privasi. Skema keamanan yang paling umum
akhir-akhir ini adalah SSL (Secure Sockets Layer), tetapi ketika diterapkan pada
teknologi Web service maka akan muncul banyak keterbatasan dari SSL. Maka dari
itu teknologi Web service sudah mulai bergerak menuju skema keamanan yang
XML-based. Seperti XML Encryption, XKMS (XML Key Management Specification),
SAML (Secure Assertion Markup Language), WS-Security (Web Services Security),
atau ebXML Message Service.
H.
Gambaran
Umum Web Service
Secara umum,
langkah-langkah yang luas seperti yang diilustrasikan pada
Gambar diatas. (1) pemohon dan penyedia entitas menjadi dikenal satu sama lain
(atau setidaknya satu menjadi tahu untuk yang lain); (2) peminta dan penyedia
entitas entah bagaimana setuju pada deskripsi layanan dan semantik yang akan
mengatur interaksi antara pemohon dan agen penyedia; (3) deskripsi layanan dan
semantik direalisasikan oleh pemohon dan agen penyedia, dan (4) pemohon dan
agen penyedia bertukar pesan, sehingga melakukan beberapa tugas atas nama
pemohon dan badan penyedia. (Ie, pertukaran pesan dengan agen penyedia
merupakan wujud nyata dari berinteraksi dengan layanan Web penyedia entitas.).
Referensi


