Memori Sistem
I. TEKNOLOGI DAN BIAYA SISTEM MEMORI
Ada 2 teknologi yang mendominasi industri memori sentral dan memori
utama, yaitu :
a.
Memori Magnetic Core (tahun
1960)
Sel penyimpanan yang
ada dalam memori inti dibuat dari elemen besi yang berbentuk donat yang disebut
magnetic core (inti magnetis) atau hanya disebut core saja.
Para pembuat(pabrikan) yang membuat core ini menyusun core plane bersama
dengan sirkuit lain yang diperlukan, menjadi memori banks(bank memori).
b.
Memori Solid State
Komputer yang pertama diproduksi untuk tujuan
komersil adaalah UNIVAC dimana :
·
CPU nya menggunakan teknologi
vacuum tube (tabung hampa udara) dan menjalankan aritmatika decimal.
·
Memori utamanya 1000 word
(setiap word besarnya 60 bit dan menyimpan 12 karakter 5 bit)
II. ORGANISASI MEMORI
- Salah satunya adalah menggunakan Inteleaving dimana tujuannya adalah untuk meningkatkan kecepatan pengaksesan system penyimpanan yang besar.
- Sistem penyimpanan yang besar terdiri atas beberapa bank memori independent yang diakses oleh CPU dan peralatan I/O melalui pengontrolan port memori
Contoh : Cross bar switch
Sistem penyimpanan menggunakan Interleave High Order
- Setiap bank (penyimpanan) berisi blok alamat yang berurutan.
- Setiap peralatan, termasuk CPU, menggunakan bank memori yang berbeda untuk program dan datanya, maka semua bank dapat mentransfer data secara serentak.
Sistem penyimpanan menggunakan Interleave Low Order
- Alamat yang berurutan berada dalam bank yang terpisah, sehingga setiap peralatan perlu mengakses semua bank selagi menjalankan programnya atau mentransfer data.
Contohnya : suatu siklus memori lebih lama
daripada waktu siklus CPU.
- Apabila word yang berurutan berada dalam bank yang berbeda, maka system penyimpanan bila dilengkapi dengan putaran yang cocok dapat melengkapi akses memori yang berurutan, dengan kata lain setelah CPU meminta untuk mengakses word pertama yang disimpan dalam salah satu bank, maka ia dapat bergerak ke bank kedua dan mengawali akses word kedua sementara penyimpanan tetap mendapatkan kembali word pertama sementara penyimpanan tetap mendapatkan kembali word pertama.Pada CPU kembali ke bank pertama, system penyimpanan diharapkan telah menyelesaikan mengakses word pertama dan telah siap mengakses lagi.
- Banyak komputer berkinerja tinggi menggunakan Inteleave Low Order
III. JENIS MEMORI
a. Memory Read Only (ROM)
- Peralatan memori yang dapat dibaca namun tidak dapat ditulis oleh CPU
Contoh : Switch Mekanis (computer
menggunakannya untuk menyimpan konstansta yang digunakan untuk menentukan
konfigurasi system(jumlah memori utama).
- PROM (Programming Read Only Memory) adalah ROM yang diprogram oleh pabrik pembuatnya dan kita tidak bisa mengubah isinya.
- EPROM (Erasable PROM) adalah ROM yang dapat dihapus dengan menggunakan sinar ultraviolet dan kemudian deprogram kembali.
- EAROM(Electrically Alterable ROM) ROM yang dapat deprogram oleh computer dengan menggunakan operasi arus tinggi (high current) khusus, digunakan untuk menyimpan informasi yang jarang sekali berubah, contohnya : informasi konfigurasi.
b.
Memory Read / Write
Memori Read/Write dapat
diklasifikasikan menurut sifat pengoperasiannya adalah :
1.
Sifat Fisik
v
Statis lawan Dinamis
Static RAM (SRAM)
·
Untuk setiap word apabila telah
ditulis tidak perlu lagi dialamatkan atau dimanipulasi untuk menyimpan
nilainya.
·
Tidak perlu penyegaran
·
Dibentuk dari flip-flop yang
nmeggunakan arus kecil untuk memelihara logikanya.
·
Digunakan untuk register CPU
dan peralatan penyimpanan berkecepatan tinggi.
·
Merupakan sirkuit memori
semikonduktor yang cepat dan mahal.
Dynamic RAM (DRAM)
·
Dibentuk dari kapasitor
(peralatan yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik) dan transistor
·
Menggunakan sirkuit pembangkit
·
Waktu siklusnya 2 kali access
time (waktu access baca) yaitu waktu yang dibutuhkan untuk memanggil kembali
data dari peralatan.
·
Perlu penyegaran
v
Volatil lawan Non-Volatil
Memori Volatile
Membutuhkan sumber daya
yang terus menerus untuk menyimpan nilainya. Contoh : RAM Static dan Dynamic
Memori Non Volatile
Tidak membutuhkan
sumber daya yang terus menerus untuk menyimpan nilainya.
Contoh : ROM
v
Read Destruktif lawan
Read Non-Destruktif
Memori Read Destruktif
·
Apabila dalam proses membaca
word memori tersebut juga menghancurkan nilainnya.
·
Mempunyai 2 fase operasi yaitu
read cycle dan restore cycle
·
Selama akses baca system
penyimpan pertama kali akan membaca word dan selama akses tulis system
penyimpanan pertama kali akan membaca word, yang mengakibatkan waku akses baca
akan lebih pendek daripada waktu tulis.
Contoh : DRAM
Memori Read Non-Destruktif
·
Dalam proses membaca word,
memori tersebut tidak dapat dihancurkan.
·
Contohnya : SRAM dan ROM
v
Removable lawan Permanen
Memori Removable
·
Memori yang elemen aktifnya
dapat dikeluarkan dari hardware system.
·
Contoh : disket.
Memori Non Removable
·
Memori yang elemen aktifnya
tidak dapat dikeluarkan dari hardware system.
·
Contoh : RAM dan hard disk
2.
Organisasi Logis
- Teralamatkan (addressed)
Memori yang menggunakan alamat untuk
menentukan sel yang dibaca dan ditulis.
- Asosiatif
Memori yang menggunakan isi dari bagian word
untuk menentukan sel yang dibaca atau ditulis
- Akses Urut
Memori yang menggunakan piya magnetis untuk
mengakses data secara urut.
3.
Memori Archival
- Memori non volatile yang dapat menyimpan banyak data dengan biaya yang sangat sedikit dan dalam jangka waktu yang lama.Contoh : Tape(Pita), Disk dan Disk Optis
- Disk Optis menyimpan data dengan mengubah secara internal sifat reflektif dari bidang kecil yang ada pada disk dan membaca data dengan cara mendeteksi secara visual yang telah diubah.
- WORM Memori (Word Once Read Many Times) ideal untuk menyimpan archival, karena bila sekali telah ditulis ia secara fungsional menjadi ROM.
IV. SISTEM MEMORI UTAMA
- Tahun 1960-an para programmer system mengembangkan system pengoperasian multiprogramming, yang memanfaatkan atau menggunakan memori utama yang sangat besar.
- Komputer yang hanya mempunyai satu system memori utama dikatakan mempunyai one-level strorage system(system penyimpanan tingkat satu)
- Komputer yang mempunyai memori virtual menggunakan multilevel storage system (system penyimpanan bertingkat)
- Penyimpanan multilevel mempunyai memori sentral(internal) yaitu memori utama dan register CPU sebagai primary memory dan peralatan penyimpanan eksternal seperti hardisk dan disket sebagai secondary memory memori sekunder.
V. RELOKASI PROGRAM DAN PROTEKSI MEMORI
- Multiprogramming adalah cara yang tepat untuk meningkatkan kegunaan CPU dengan cara memungkinkan beberapa tugas berada dalam memori pada waktu yang bersamaan.
- Berhasilnya multiprogramming ditentukan antara lain oleh :
o Relokasi Program
-
Dengan cara menmpatkan program dimana saja dalam memori
-
Initial Program Relocation (Relokasi Program Awal) adalah proses
merelokasi program tempat system pengoperasian pertama kali.
-
Dynamic Program Relocation (Relokasi Program Dinamis) adalah system
pengoperasian dapat memindahkan program dari suatu tempat ke tempat yang lain
dalam memori utama setelah program dijalankan.
o Proteksi Program
-
Mencegah suatu program mengakses memori yang telah diberikan oleh system
pengoperasian ke program yang lain.
-
Contoh relokasi program dan proteksi adalah IBM System/360 dan CDC 6600
-
IBM System/360
§ Menggunakan Register Base untuk
merelokasi program
§ Menggunakan relokasi program awal
§ Menggunakan key-controlled memory
protection untuk proteksi memori.
-
CDC 6600
§ Mempunyai register khusus yaitu
Relocation Address (RA/Register Alamat Relokasi) untuk merelokasi program.
§ Menggunakan relokasi program awal
VI. MEMORI CACHE
· Buffer berkecepatan tinggi yang
digunakan untuk menyimpan data yang diakses pada saat itu dan data yang
berdekatan dalam memori utama.
· Memori akses random (RAM)
berkecepatan tinggi yang ditempatkan diantara system memori dan pemakaiannya
untuk mengurangi waktu akses efektif dari system memori.
· Dengan memasukan memori chace
antara peralatan cepat dan system memori yang lebih lambat, perancangan ini
dapat memberikan system memori yang cepat.
· Kegunaan Memori Cache adalah :
w Program cenderung menjalankan
instruksi yang berurutan, menyebabkan instruksi tersebut berada didekat lokasi
memori.
w Program biasanya mempunyai simpul
untuk tempat menjalankan kelompok instruksi secara berulang-ulang.
w Compiler menyimpan array dalam
blok lokasi memori yang bersebelahan.
w Compiler biasanya menempatkan item
data yang tidak berhubungan didalam segmen data.
· Cache terdiri dari sejumlah cache
entries(entry cache) dan setiap entri cache terdiri dari 2 yaitu
o Memori Cache
§ merupakan SRAM berkecepatan tinggi
§ data yang disimpan merupakan kopi
dari data memori utama yang terpilih pada saat itu atau data yang baru disimpan
yang belum berada didalam memori.
o Address Tag (Tag Alamat)
§ Menunjukan alamat fisik data yang
ada dalam memori utama dan beberapa informasi valid
· Cara kerja Cache adalah :
- Ketika CPU mengakses memori maka system penyimpanan akan mengirim alamat fisik ke cache
- Membandingkan alamat fisik tersebut dengan semua tag alamat untuk mengetahui apakah ia menyimpan kopi dari sebuah data.
- Cache HIT adalah situasi yang terjadi ketika peralatan meminta akses memori ke word yang telah ada didalam memori cache tersebut secara cepat megembalikan item data yang diminta.
- Cache MISS adalah situasi yang terjadi ketika peralatan meminta akses ke data yang tidak berada dalam cache, cache akan menjemput item tersebut dari memori, dimana hal ini mebutuhkan waktu yang lebih lama dari cache hit.
- Jika cache tidak menyimpan data, maka akan terjadi cache miss dan cache akan menyampaikan alamat ke system memori utama untuk membaca.
- Jika data yang dating dari memori utama, maka CPU atau cache akan menyimpan kopinya dengan diberi tag alamat yang tepat.
· Ada 2 sebab mengapa cache bekerja dengan baik :
§ Cache beroperasi secara paralel
dengan CPU
- Word tambahan yang dimuatkan setelah terjadi cache miss tidak akan
mengganggu kinerja CPU.
§ Prinsip Lokalitas Referensi
- CPU akan meminta data baru
· Setiap cache mempunyai dua
sub system yaitu :
§ Tag Subsystem
- Menyimpan alamat dan menentukan apakah ada kesesesuaian data yang
diminta.
§ Memory subsistem
-
Menyimpan dan mengantarkan data.
- Memori Cache menggunakan teknik pemetaan yang berbeda untuk memetakan alamat memori ke dalam alamat lokalnya, yaitu :
§ Cache Asosiatif
-
Disebut juga Fully Associative Cache.
-
Menyimpan tagnya di dalam memori asosiatif atau memori yang ekuivalen
secara fungsional
-
Cache dapat menempatkan sembarang jalur refill selama akses memori
-
Membandingkan alamat yang ada dengan semua alamat yang disimpan
§ Direct Mapped Cache (Cache yang
dipetakan langsung)
-
Membagi memory utama menjadi K kolom dengan N refill line per kolomnya
§ Set Cache Asosiatif
-
Mengkombinasikan organisasi asosiatif dan direct (langsung)
-
Mengorganisir memori utama dan memorinya sendiri menjadi kolom jalur
refil N
§ Sector Mapped Cache (Cache yang
dipetakan sector)
-
Merupakan modifikasi dari cache asosiatif
-
Jalur refill memori utama dan cache dikelompokan menjadi sector yang
disebut row(baris)
VI. MEMORI VIRTUAL
- Ada 2 teknik yang digunakan memori virtual utnuk memetakan alamat efektif kedalam alamat fisik yaitu :
§ Paging
-
Adalah teknik yang berorientasi hardware untuk mengelola memori fisik
-
Menggunakan paging agar program besar dapat berjalan pada komputer yang
mempunyai fisik kecil.
-
Hardware memori virtual membagi alamat logis menjadi 2 yaitu virtual page
number dan word offset.
-
Membagi alamat logis dan memori menjadi page yang berukuran tertentu.
§ Segmentasi
-
Adalah teknik yang berorientasi pada struktur logis dari suatu program.
-
Membagi alamat logis dan memori menjadi page yang ukuran berubah-ubah.
-
Segmen yang berisi kode prosedur disebut kode segmen dan yang berisi data
disebut data segmen
Perbedaan
Paging dengan Segmentasi adalah :
§ Paging berorientasi pada hardware
dan segmentasi pada struktur logis dari suatu program.
§ Segmen cenderung jauh lebih besar
dari paging.
§ Segmen mempunyai jangkauan ukuran
page dan page hanya mempunyai satu ukuran tertentu untuk suatu system tertentu.
§ Dalam segmentasi seluruh program
tidak perlu dibuat sebagai modul tunggal untuk diisikan ke dalam memori sebagai
sebuah unit
§ Dalam segmentasi, alamat logis
mempunyai 2 bagian, yaitu segement number dan byte offset.
VII. MASALAH DESIGN MEMORI
- Kecepatan Memori lawan kecepatan CPU :
§ Awal tahun 1960 – 1980, kecepatan
memori dan CPU meningkat, namun rasio keseluruhan antara keduanya relatif.
§ Pada era ini kecepatan memori
biasanya kurang lebih 10 kali lebih lambat dari kecepatan CPU.
§ CDC:6600, 7600, CRAY 1 dan CRAY
X-MP untuk super komputer waktu akses memorinya 10 sampai 14 waktu siklus CPU.
§ VAX 11/780, 8600 dan 8700 untuk
mini computer waktu akses memorinya 4 sampai 7 kali siklus CPU
§ Pertengahan tahun 1980, kecepatan
CPU jauh lebih meningkat hingga 50 kali kecepatan memori, contoh CRAY
§ Keuntungan dari perubahan ini
adalah :
§ Memori besar umumnya memerlukan
hardware khusus untuk mendeteksi dan mengoreksi kesalahan, yang menambah waktu
akses memori efektif.
§ CPU yang paling cepat merupakan
pipelined.
- Ruang Alamat Memori :
§ Semakin besar ruang alamat memori
yang disediakan maka akan semakin baik namun harus diperhatikan pula bahwa
dalam perubahan tersebut tidak harus merubah secara keseluruhan dan mendasar
daripada arsitektur yang telah dibangun.
- Keseimbangan antara kecepatan dan biaya :
§ Sifat dari Teknologi Memori
-
Harga unitnya turun dengan sangat cepat, sedangkan kecepatannya secara
perlahan meningkat.
-
Adanya berbagai kecepatan dan biaya dalam peralatan memori
§ Ada tiga penggunaan teknologi RAM dalam system computer untuk memanfaatkan
variasi ini adalah :
-
Peralatan lambat, murah untuk memori utama
-
Peralatan cepat untuk cache
-
Peralatan sangat cepat, mahal untuk register
- Memori dalam system computer dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu :
- Internal Processor Memory
- Main Memory (Primary Memory)
- Secondary Memory (Auxiliary/Backing Memory)
- Karakteristik Memori :
§ Access Time
§ Access Modes
§ Alterability
§ Permanence of Storage
§ Cycle Time and Data Transfer Rate
§ Physical Characteristics
- Metode Akses :
§ Random Access Memory
Lokasi memori
dapat dicapai secara acak dan waktu akses tidak bergantung pada lokasi yang
sedang diakses
§ Serial Access Memory
Mekanisme
akses digunakan bersama-sama oleh seluruh lokasi
MEMORI INTERNAL
Karakteristik Sistem Memori (secara umum)
1.
Lokasi
® CPU
® Internal (main)
® External (secondary)
2.
Kapasitas
® Ukuran word
® Banyaknya word
3.
Satuan Transfer
® Word
® Block
4.
Metode Akses
® Sequential access
® Direct access
® Random access
® Associative access
|
5.
Kinerja
® Access time
® Cycle time
® Transfer rate
6.
Tipe Fisik
® Semikonduktor
® Permukaan magnetik
7.
Karakteristik Fisik
® Volatile/nonvolatile
® Erasable/nonerasable
8.
Organisasi
Catatan:
Bagi
pengguna dua karakteristik penting memori adalah
Ø Kapasitas,
Ø Kinerja.
|
1) Lokasi Memori
Ada tiga lokasi keberadaan memori di dalam sistem komputer, yaitu:
Ø Memori
lokal
o
Memori ini built-in berada dalam CPU
(mikroprosesor),
o
Memori ini diperlukan untuk semua kegiatan CPU,
o
Memori ini disebut register.
Ø Memori
internal
o
Berada di luar CPU tetapi bersifat internal
terhadap sistem komputer,
o
Diperlukan oleh CPU untuk proses eksekusi
(operasi) program, sehingga dapat diakses secara langsung oleh prosesor (CPU)
tanpa modul perantara,
o
Memori internal sering juga disebut sebagai memori
primer atau memori utama.
o
Memori internal biasanya menggunakan media RAM
Ø Memori
eksternal
o
Bersifat eksternal terhadap sistem komputer dan
tentu saja berada di luar CPU,
o
Diperlukan untuk menyimpan data atau instruksi
secara permanen.
o
Tidak diperlukan di dalam proses eksekusi sehingga
tidak dapat diakses secara langsung oleh prosesor (CPU). Untuk akses memori
eksternal ini oleh CPU harus melalui pengontrol/modul I/O.
o
Memori eksternal sering juga disebut sebagai memori
sekunder.
o
Memori ini terdiri atas perangkat storage
peripheral seperti : disk, pita magnetik, dll.
2) Kapasitas Memori
Ø Kapasitas
register (memori lokal) dinyatakan dalam bit.
Ø Kapasitas
memori internal biasanya dinyatakan dalam bentuk byte (1 byte = 8 bit) atau word. Panjang
word umum adalah 8, 16, dan 32 bit.
Ø Kapasitas
memori eksternal biasanya dinyatakan dalam byte.
3) Satuan Transfer (Unit
of Transfer)
Satuan transfer sama dengan
jumlah saluran data yang masuk ke dan keluar dari modul memori.
Ø Bagi
memori internal (memori utama), satuan transfer merupakan jumlah bit yang
dibaca atau yang dituliskan ke dalam memori pada suatu saat.
Ø Bagi
memori eksternal, data ditransfer dalam jumlah yang jauh lebih besar dari word,
dalam hal ini dikenal sebagai block.
Word
Ukuran word biasanya sama
dengan jumlah bit yang digunakan untuk representasi bilangan dan panjang
instruksi, kecuali CRAY-1 dan VAX.
Ø CRAY-1
memiliki panjang word 64 bit, memakai representasi integer 24 bit.
Ø VAX memiliki panjang
instruksi yang beragam, ukuran wordnya adalah 32 bit.
Addressable Units
Pada sejumlah sistem,
addressable unit adalah word. Hubungan antara panjang suatu alamat (A) dengan
jumlah addressable unit (N) adalah
2A
= N
Metode Akses Memori
Terdapat empat jenis pengaksesan satuan data, sbb.:
Ø Sequential
Access
Ø Direct
Access
Ø Random
Access
Ø Associative
Access
Sequential
Access
®
Memori diorganisasikan menjadi unit-unit data, yang disebut record.
® Akses dibuat dalam bentuk urutan linier yang spesifik.
®
Informasi pengalamatan dipakai untuk memisahkan record-record dan untuk
membantu proses pencarian.
®
Mekanisme baca/tulis digunakan secara bersama
(shared read/write mechanism), dengan cara berjalan menuju lokasi yang
diinginkan untuk mengeluarkan record.
®
Waktu access record sangat bervariasi.
®
Contoh sequential access adalah akses pada pita
magnetik.
Direct
Access
®
Seperti sequential access, direct access juga
menggunakan shared read/write mechanism, tetapi setiap blok dan
record memiliki alamat yang unik berdasarkan lokasi fisik.
®
Akses dilakukan secara langsung terhadap kisaran
umum (general vicinity) untuk mencapai lokasi akhir.
®
Waktu aksesnya bervariasi.
®
Contoh direct access adalah akses pada disk.
Random
Access
®
Setiap lokasi dapat dipilih secara random dan
diakses serta dialamati secara langsung.
®
Waktu untuk mengakses lokasi tertentu tidak tergantung pada urutan
akses sebelumnya dan bersifat konstan.
®
Contoh random access adalah sistem memori utama.
Associative
Access
®
Setiap word dapat dicari berdasarkan pada isinya dan bukan berdasarkan
alamatnya.
®
Seperti pada RAM, setiap lokasi memiliki mekanisme pengalamatannya
sendiri.
®
Waktu pencariannya tidak bergantung secara konstan
terhadap lokasi atau pola access sebelumnya.
®
Contoh associative access adalah memori cache.
Kinerja Memori
Ada tiga buah parameter untuk kinerja sistem memori, yaitu :
Ø Waktu
Akses (Access Time)
®
Bagi RAM, waktu akses adalah waktu yang dibutuhkan
untuk melakukan operasi baca atau tulis.
®
Bagi non RAM, waktu akses adalah waktu yang
dibutuhkan untuk melakukan mekanisme baca tulis pada lokasi tertentu.
Ø Waktu
Siklus (Cycle Time)
®
Waktu siklus adalah waktu akses ditambah dengan
waktu transien hingga sinyal hilang dari saluran sinyal atau untuk menghasilkan
kembali data bila data ini dibaca secara destruktif.
Ø Laju
Pemindahan (Transfer Rate)
®
Transfer rate adalah kecepatan pemindahan data ke
unit memori atau ditransfer dari unit memori.
®
Bagi RAM, transfer rate sama dengan 1/(waktu
siklus).
®
Bagi non-RAM, berlaku persamaan sbb.:
TN
= Waktu rata-rata untuk membaca atau menulis sejumlah N bit.
TA
= Waktu akses rata-rata
N =
Jumlah bit
R =
Kecepatan transfer, dalam bit per detik (bps)
Tipe Fisik Memori
Ada beberapa tipe
fisik memori, yaitu :
Ø Memori
semikonduktor, memori ini memakai teknologi LSI atau VLSI (very large
scale integration).
Memori
ini banyak digunakan untuk memori internal misalnya RAM.
Ø Memori
permukaan magnetik, memori ini banyak digunakan untuk memori
eksternal yaitu untuk disk atau pita magnetik.
Ø Memori Optik, memori
ini banyak digunakan untuk memori eksternal yaitu untuk disk optic (CD, DVD,
LD).
Karakteristik Fisik
Ada dua kriteria yang
mencerminkan karakteristik fisik memori, yaitu:
Ø Volatile
dan Non-volatile
o
Pada memori volatile, informasi akan rusak secara
alami atau hilang bila daya listriknya dimatikan.
o
Pada memori non-volatile, sekali informasi direkam
akan tetap berada di sana tanpa mengalami kerusakan sebelum dilakukan
perubahan. Pada memori ini daya listrik tidak diperlukan untuk mempertahankan
informasi tersebut.
Memori
permukaan magnetik adalah non volatile.
Memori
semikonduktor dapat berupa volatile atau non volatile.
Ø Erasable
dan Non-erasable
o
Erasable artinya isi memori dapat dihapus dan
diganti dengan informasi lain.
o
Memori semikonduktor yang tidak terhapuskan dan
non volatile adalah ROM.
Organisasi
Yang dimaksud dengan organisasi
adalah pengaturan bit dalam menyusun word secara fisik.
Hirarki Memori
Tiga pertanyaan dalam rancangan
memori, yaitu :
Berapa banyak? Berapa
cepat? Berapa mahal?
Kapasitas. Waktu access Harga
Setiap spektrum teknologi
mempunyai hubungan sbb.:
Ø Semakin
kecil waktu access, semakin besar harga per bit.
Ø Semakin
besar kapasitas, semakin kecil harga per bit.
Ø Semakin
besar kapasitas, semakin besar waktu access.
Untuk mendapatkan kinerja
terbaik, memori harus mampu mengikuti CPU. Artinya apabila CPU sedang
mengeksekusi instruksi, kita tidak perlu menghentikan CPU untuk menunggu
datangnya instruksi atau operand.
Untuk memperoleh kinerja yang
optimal, perlu kombinasi teknologi komponen memori. Dari kombinasi ini dapat
disusun hirarki memori sbb.:
Semakin menurun hirarki, maka
hal-hal di bawah ini akan terjadi :
a)
Penurunan harga per bit
b)
Peningkatan kapasitas
c)
Peningkatan waktu akses
d)
Penurunan frekuensi akses memori oleh CPU.
Kunci keberhasilan organisasi
adalah penurunan frekuensi akses memori oleh CPU.
Bila memori dapat
diorganisasikan dengan penurunan harga per bit melalui peningkatan
waktu akses, dan bila data dan instruksi dapat didistribusikan melalui
memori ini dengan penurunan frekuensi akses memori oleh CPU, maka pola
ini akan mengurangi biaya secara keseluruhan dengan tingkatan kinerja tertentu.
Register adalah
jenis memori yang tercepat, terkecil, dan termahal yang merupakan memori
internal bagi prosesor.
Cache adalah
perangkat untuk pergerakan data antara memori utama dan register prosesor untuk
meningkatkan kinerja.
Memori utama
merupakan sistem internal memory dari sebuah komputer. Setiap lokasi di dalam
memori utama memiliki alamat yang unik.
Ketiga bentuk memori di
atas bersifat volatile dan memakai teknologi semikonduktor.
Magnetic disk dan Magnetic
tape adalah external memory dan bersifat non-volatile.
Memori Semikonduktor
Ada beberapa memori semikonduktor, yaitu :
1. RAM :
RAM statik (SRAM) dan RAM dinamik (DRAM).
2. ROM :
ROM, Programmable ROM (PROM), Erasable PROM (EPROM), Electrically EPROM
(EEPROM), Flash Memory.
Random Access Memory (RAM)
Ø Baca
dan tulis data dari dan ke memori dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.
Ø Bersifat
volatile
Ø Perlu
catu daya listrik.
RAM Dinamik (DRAM)
Disusun oleh sel-sel yang
menyimpan data sebagai muatan listrik pada kapasitor.
Ada dan tidak ada muatan
listrik pada kapasitor dinyatakan sebagai bilangan biner 1 dan 0.
Perlu pengisian muatan listrik
secara periodik untuk memelihara penyimapanan data.
RAM Statik (SRAM)
Disusun oleh deretan flip-flop.
Baik SRAM maupun DRAM adalah
volatile. Sel memori DRAM lebih sederhana dibanding SRAM, karena itu lebih
kecil. DRAM lebih rapat (sel lebih kecil = lebih banyak sel per satuan luas)
dan lebih murah. DRAM memrlukan rangkaian pengosong muatan. DRAM cenderung
lebih baik bila digunakan untuk kebutuhan memori yang lebih besar. DRAM lebih
lambat.
Read Only Memory (ROM)
Ø Menyimpan
data secara permanen
Ø Hanya
bisa dibaca
Dua masalah ROM
Ø Langkah
penyisipan data memerlukan biaya tetap yang tinggi.
Ø Tidak
boleh terjadi kesalahan (error).
Programmabel ROM (PROM)
Bersifat non volatile dan hanya
bisa ditulisi sekali saja.
Proses penulisan dibentuk
secara elektris.
Diperlukan peralatan khusus
untuk proses penulisan atau “pemrograman”.
Erasable PROM (EPROM)
Dibaca secara optis dan
ditulisi secara elektris.
Sebelum operasi write, seluruh
sel penyimpanan harus dihapus menggunakan radiasi sinar ultra-violet terhadap
keping paket.
Proses penghapusan dapat
dilakukan secara berulang, setiap penghapusan memerlukan waktu 20 menit.
Untuk daya tampung data yang
sama EPROM lebih mahal dari PROM.
Electrically EPROM
(EEPROM)
Dapat ditulisi kapan saja tanpa
menghapus isi sebelumnya.
Operasi write memerlukan watu
lebih lama dibanding operasi read.
Gabungan sifat kelebihan
non-volatilitas dan fleksibilitas untuk update dengan menggunakan bus control,
alamat dan saluran data.
EEPROM lebih mahal dibanding
EPROM.
Sel memori memiliki sifat
tertentu sbb.:
Ø Memiliki
dua keadaan stabil untuk representasi bilangan biner 1 atau 0.
Ø Memiliki
kemampuan untuk ditulisi
Ø Memiliki
kemampuan untuk dibaca.
Organisasi Logik Keping (Chip Logic) Memori
Organisasi DRAM 16 Mbit secara
umum. Array memori diorganisasikan sebagai empat buah kuadrat 2048 terhadap
2048 elemen. Elemen-elemen aray dihubungkan dengan saluran horizontal (baris)
dan vertikal (kolom). Setiap saluran horizontal terhubung ke terminal
Data-in/Sense masing-masing sel pada kolomnya.
Memori Eksternal
Magnetik Disk
Ø Disk
merupakan sebuah piringan bundar yang terbuat dari logam atau plastik yang
dilapisi dengan bahan yang dapat dimagnetisasi.
Ø Data
direkam di atasnya dan dapat dibaca dari disk dengan menggunakan kumparan pengkonduksi
(conducting coil) yang dinamakan head
Ø Pada
operasi penulisan, arus listrik pada head memagnetisasi disk.
Ø Pada
operasi pembacaan, medan magnet pada disk yang bergerak di bawah head
menghasilkan arus listrik pada head.
Ø Selama
operasi pembacaan dan penulisan, head bersifat stasioner sedangkan
piringan bergerak-gerak di bawahnya.
Organisasi Data dan
Pemformatan
Ø Organisasi
data pada piringan berbentuk sejumlah cincin-cincin yang konsentris yang
disebut track.
Ø Masing-masing
track lebarnya sama dengan lebar head.
Ø Track
yang berdekatan dipisahkan oleh gap
Ø Gap
bertujuan untuk mencegah/mengurangi error akibat melesetnya head atau
interferensi medan magnet.
Ø Kerapatan
(density), dalam bit per inci linear, pada track sebelah dalam
lebih tinggi (lebih rapat) dibanding track sebelah luarnya.
Ø Data
disimpan pada daerah berukuran blok yang dikenal sebagai sector.
Ø Biasanya
terdapat antara 10 hingga 100 sector per track.
Ø Sector-sector
yang berdekatan dipisahkan oleh gap-gap intra-track atau inter-record.
Ø Layout
data disk meliputi:
· Track
· Inter-track
Gaps
·
Kerapatan (density)
· Sector
Ø Salah
satu contoh pemformatan disk adalah format track disk Winchester (Seagate
ST506)
·
Setiap track berisi 30 sector yang panjangnya
tetap
·
Masing-masing track berisi 600 byte
·
Setiap sector menampung 512 byte data ditambah
informasi kontrol yang berguna bagi disk controller.
Karakteristik
Ada beberapa karakteristik
Sistem Disk:
Ø Gerakan
head
·
Fixed head disk Ú
terdapat sebuah head baca/tulis per track jadi ada beberapa head
baca/tulis per surface. Semua head ditempatkan pada lengan
memanjang ke seluruh track.
·
Movable head disk Ú hanya
terdapat sebuah head baca/tulis per surface. Lengan dimana head
ditempatkan dapat memanjang dan memendek untuk menuju ke salah satu track.
Ø Portabilitas
disk
Disk
berada pada sebuah disk drive yang terdiri dari lengan, tangkai yang
dapat menggerakkan disk, dan perangkat elektronik untuk keperluan input dan
output data biner.
·
Non-removable disk Ú secara
permanen berada pada disk drive.
·
Removable disk Ú dapat
dilepas dan diganti dengan disk lain.
Ø Permukaan
yang dimagnetisasi
·
Double-sided Ú kedua
sisi permukaannya dimagnetisasi
·
Single-sided Ú hanya
satu permukaan yang dimagnetisasi (disk bermuka tunggal)
Ø Banyaknya
piringan pada disk drive
· Single
platter
·
Multiple platter
Ø Mekanisme
Head
·
Contact (floopy) Ú
terdapat kontak secara fisik antara head dengan medium (disk) selama
operasi baca/tulis.
· Fixed
Gap Ú ada jarak yang tetap
antara head dengan disk.
· Aerodynamic
Gap (Winchester) Ú ada kertas timah
pelindung yang aerodynamis antara head dengan disk sehingga jarak antara
head dan disk dapat diperpendek.
Tabel karakteristik
Sistem Disk:
Gerakan Head
Fixed
head (one per track)
Movable
head (one per surface)
|
Platters
Single
platter
Multiple
platter
|
Portabilitas Disk
Nonremovable
disk
Removable
disk
|
Mekanisme Head
Contact
(floopy)
Fixed
Gap
Aerodynamic
Gap (Winchester)
|
Sides
Single
sided
Double
sided
|
Waktu Akses Disk
Ø Ketika disk
drive beroperasi, disk berputar dengan kecepatan tetap.
Ø Untuk
dapat membaca dan menulis, head harus berada pada awal sector
dari track yang diinginkan.
Ø Pemilihan
track meliputi perpindahan head pada sistem movable head
atau mekanisme elektronis pada head untuk sistem fixed head.
·
Waktu yang diperlukan untuk menempatkan head
pada track yang diinginkan dikenal sebagai seek time.
Ø Sekali track
sudah dipilih, sistem akan menunggu sampai sector yang bersangkutan
berputar agar sesuai dengan head.
·
Waktu yang diperlukan oleh sector untuk
mencapai head disebut rotational latency
Ø Access
time, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk berada pada posisi
siap membaca atau menulis.
·
Jumlah antara seek time dan rotational
latency sama dengan Access time.
RAID (Redundancy Array
of Independent Disk)
Ô
RAID (Redundancy Array of Independent Disk)
diajukan untuk mendekatkan jurang yang lebar antara kecepatan prosesor dan
elektromekanis disk drive yang relatif lambat.
Ô
Strateginya adalah dengan mengganti disk
berkapasitas besar dengan sejumlah disk drive berkapasitas kecil, dan
mendistribusikan data sedemikian rupa sehingga memungkinkan akses data dari
sejumlah drive secara simultan, yang akan meningkatkan kinerja I/O dan
memungkinkan peningkatan kapasitas secara mudah.
Ô
RAID mengatasi permasalahan standarisasi bagi
rancangan database dengan disk berjumlah banyak.
Ô
Pola RAID terdiri dari enam tingkat, nol hingga
lima.
Tiga karakteristik umum pada
Tingkatan RAID, yaitu:
1.
RAID merupakan sekumpulan disk drive yang
dianggap oleh sistem operasi sebagai sebuah drive logik tunggal.
2.
Data didistribusikan ke drive fisik array
3.
Kapasitas redundant disk digunakan untuk menyimpan
informasi paritas, yang menjamin recoverability data ketika terjadi kegagalan
disk.
RAID Tingkat 0
·
RAID tingkat 0 sebenarnya bukan anggota keluarga
RAID karena tidak menggunakan redundansi untuk meningkatkan kinerja.
·
Bagi RAID tingkat 0, data pengguna dan data sistem
didistribusi ke seluruh disk pada array.
RAID Tingkat 1
·
RAID tingkat 1 berbeda dengan RAID tingkat 2
sampai 5 dalam cara memperoleh redundansinya.
·
Pada RAID lainnya, beberapa bentuk kalkulasi paritas
digunakan untuk mendapatkan redundansi.
·
Pada RAID tingkat 1, redundansi diperoleh cukup
dengan cara menduplikasikan seluruh data.
·
Beberapa aspek positif bagi organisasi RAID 1 :
o
Read
request dapat dilayani oleh salah satu dari kedua disk yang
berisi data yang diminta, yang memiliki seek
time plus rotational latency yang
minimum.
o
Write
request memerlukan kedua strip yang berkaitan untuk di-update,
namun hal ini dapat dilakukan secara paralel.
o
Recovery dari
kegagalan cukup sederhana. Bila drive
mengalami kegagalan, maka data masih dapat diakses dari drive kedua.
RAID tingkat 2
ð RAID
tingkat 2 dan 3 menggunakan teknik akses paralel.
ð Dalam
parallel access array, seluruh anggota disk berpartisipasi dalam mengeksekusi
setiap request I/O.
ð Pemutar
setiap drive umumnya disinkronisasikan sehingga seluruh head disk selalu berada
pada posisi yang sama.
RAID tingkat 3
ð RAID 3
diorganisasikan dengan cara yang sama dengan RAID 2, bedanya adalah bahwa RAID
3 hanya membutuhkan disk redundan tunggal, tidak tergantung pada berapa besar
array disknya.
ð RAID 3
menggunakan akses paralel dengan data yang didistribusikan dalam bentuk
strip-strik kecil.
ð Di sini
kode error-correcting tidak dihitung.
RAID tingkat 4
ð RAID
tingat 4 dan 5 menggunakan teknik akses yang independen.
ð Dalam
array dengan akses independen, setiap disk anggota beroperasi secara
independen, sehingga request I/O dapat dipenuhi secara paralel.
ð Laju
transfer data tinggi
ð Juga
digunakan striping data
Optical Memory
Ô
Produk-produk
disk optis
1.
CD (Compact Disk) Ú suatu
disk yang tidak dapat dihapus yang menyimpan informasi audio yang telah
didigitasi. Sistem standar menggunakan disk 12 cm yang dapat merekam lebih dari
60 menit waktu putar tanpa henti.
2.
CD-ROM (Compact Disk Read Only Memory) Ú Disk
yang tidak dapat dihapus untuk menyimpan data komputer. Sistem standar
menggunakan disk 12 cm yang dapat menampung lebih dari 550 Mbyte.
3.
CD-I (Compact Disk Interactive) Ú Suatu
spesifikasi yang didasarkan pada penggunaan CD-ROM. Spesifikasi ini menjelaskan
metode penyediaan audio, video, grafis, teks, dan kode yang dapat dieksekusi
mesin pada CD-ROM.
4.
DVI (Digital Video Interactive) Ú Sebuah
teknologi untuk memproduksi representasi informasi video yang didigitasi dan
terkompresi. Representasi dapat disimpan pada CD atau media disk lainnya.
Sistem yang ada sekarang menggunakan CD dan dapat menyimpan sekitar 20 menit
video pada satu disk.
5.
WORM (Write One Read Many) Ú Sebuah
disk yang lebih mudah ditulisi dibandingkan dengan CD-ROM, yang membuatnya
secara komersial feasible untuk menyalin sebuah CD. Ukuran yang populer adalh
5,25 inchi yang dapat menampung 200 hingga 800 Mbyte data.
6.
Erasable Optical Disk Ú Suatu disk yang
menggunakan teknologi optik namun dapat dihapus dan ditulisi ulang dengan
mudah. Terdapat dua jenis ukuran yang umum dipakai: 3,25 inchi dan 5,25 inchi.
Umumnya mempunyai kapasitas 650 Mbyte.
Ô
CD-ROM
Ø CD-ROM
player memiliki perangkat error-correcting
untuk menjamin bahwa data ditransfer dengan benar dari disk ke komputer.
Ø Disk
terbuat dari resin, seperti polycarbonate, dan dilapisi dengan permukaan yang
sangat reflektif, biasanya aluminium.
Ø Informasi
yang direkam secara digital diterbitkan sebagai sekumpulan lubang-lubang
mikroskopik pada permukaan yang reflektif.
Ø Permukaan
disk dilindungi dari debu dan gesekan dengan lapisan bening.
Ø Layout
disk yang menggunakan constant angular
velocity (CAV)
v Keuntungan
CAV : blok data dapat dialamati secara langsung oleh track dan sector. Untuk
memindahkan head ke alamat tertentu hanya memerlukan gerakan head yang pendek
dan waktu tunggu yang singkat.
v Kerugian
CAV : jumlah data yang dapat disimpan pada track yang jauh di luar sama dengan
yang dapat disimpan dengan track yang berada dekat titik pusat.
Ø Kapasitas
penyimpanan CD-ROM adalah 774,57 Mbyte.
Ø Format
blok CD-ROM terdiri dari field-field sbb.:
v Sync :
Field sync mengidentifikasikan awal sebuah blok.
v Header
: header terdiri dari alamat blok dan byte mode.
Mode 0
menandakan suatu field data blanko;
mode 1
menandakan penggunaan kode error-correcting
dan 2048 byte data;
mode 2
menandakan 2336 byte data pengguna tanpa kode error-correcting.
v Data :
data adalah data pengguna
v Auxiliary
: data pengguna tambahan dalam mode 2. Pada mode 1, data ini data pengguna tambahan dalam mode 2. Pada
mode 1, data ini merupakan kode error-correcting
Ø Ada
pula disk dengan menggunakan layout kecepatan
linear konstant (CLV)
Ø Keuntungan
CD-ROM:
v Kapasitas
penyimpanan informasinya jauh lebih besar dibandingkan dengan disk magnetik.
v Dapat
diperbanyak dengan harga murah
v Dapat
dipindah-pindah. Sebagian besar disk magnetik tidak dapat dipindah-pindahkan.
Ø Kekurangan
CD-ROM:
v CD-ROM
hanya dapat dibaca saja (read only) dan tidak dapat di update.
v CD-ROM
memiliki waktu akses yang lebih lama dibandingkan dengan waktu akses disk drive
magnetik
Ô
WORM
Ø WORM
adalah Write Once Read Many CD.
Ø Dapat
ditulisi sekali menggunakan sinar laser berintensitas sedang.
Ø Teknik
yang dipakai untuk menyiapkan disk adalah dengan menggunakan laser berdaya
tinggi.
Ø Menggunakan
kecepatan angular yang konstan untuk memberikan akses yang lebih cepat.
Ø Digunakan
untuk penyimpanan arsip dokumen dan file dalam ukuran besar.
Ô
Disk Optis yang Dapat Dihapus
Ø Disk
dapat ditulisi berulang-ulang
Ø Menggunakan
teknologi sistem magneto-optis: pada sistem ini, energi sinar laser digunakan
secara bersama dengan medan magnet untuk merekam dan menghapus informasi.
Ø Menggunakan
kecepatan angular konstan.
Ø Keuntungan
utama disk optis ini dibandingkan dengan disk magnetis:
v Berkapasitas
besar : sebuah disk optis 5,25 inchi dapat menampung data sekitar 650 Mbyte.
v Portabilitas
: Disk optis dapat dipindahkan dari drivenya.
v Reliabilitas
v Tahan
lama
Pita Magnetik
Ô
Sistem pita menggunakan teknik pembacaan dan
penulisan yang sama dengan sistem disk.
Ô
Media sistem ini adalah pita mylar lentur yang
dilapisi dengan oksida magnet.
Ô
Pita dan drive pita merupakan analog terhadap
sistem tape recorder.
Ô
Medium pita berbentuk track-track paralel dalam
jumlah sedikit.
Ô
Sistem pita magnetik kuno memakai 9 buah track.
Ô
Sistem pita magnetik terbaru menggunakan 18 atau
36 track.
Ô
Data ditulisi dan dibaca dalam bentuk blok-blok
continous yang disebut physical records
pada pita.
Ô
Blok-blok pada pita dipisahkan dipisahkan oleh gap
yang dikenal sebagai inter-record gaps.
sumber : blog arsitektur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar